Hubungan berat tubuh dengan laju respirasi

Pendahuluan Istilah respirasi sel menyangkut proses enzimatik di dalam sel dimana molekul karbohidrat, asam lemakdan asam amino diuraikan menjadi karbon dioksida dan air dengan konservasi energy biologis yang sangat bermanfaat bagi organisme itu sendiri.

Laporan Respirasi

Pada siang hari,laju proses fotosintesis yang dilakukan tumbuhan sepuluh kali lebih besar dari laju respirasi. Jika laju respirasi buah atau sayuran diukur dari setiap oksigen yang diserap atau karbondioksida dikeluarkan — selama tingkat perkembangan developmentpematangan maturationpemasakan ripeningpenuaan senescentdapat diperoleh pola karakteristik repirasi.

Di bagian ujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi ke jaringan. Masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolsme, dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies.

Data yang diambil adalah lama pernapasan. Sedangkan buah klimakterik sebaliknya dapat dipanen pada saat matang maupun pada saat masak. Energi hasil respirasi tersebut sangat diperlukan untuk aktivitas hidup, seperti mengatur suhu tubuh, pergerakan, pertumbuhan dan reproduksi.

Ada yang hidup bebas ada juga yang pasarit. Selama daur hidupnya serangga mengalami pergantian bentuk yang disebut metamorfosis, dengan jalan melakukan pengelupasan kulit yang disebut ekdisis.

Contoh Laporan Praktikum Respirasi

Ketersediaan substrat. Selanjutnya oksigen tersebut akan dimanfaatkan untuk oksidasi di dalam sel guna menghasilkan energi. Bagaimana laju kecepatan respirasi pada kecambah dari menit ke menit? Ciri-ciri yang membedakan setiap jenis rambutan dilihat dari sifat buah dari daging buah, kandungan air, bentuk, warna kulit, panjang rambut.

Berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen respirasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu: Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi, karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk berrespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia di udara. Perhitungan dilakukan untuk memperoleh angka kecepatan respirasi kecambah dalam ml tiap satuan waktu.

Demikian sebaliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka laju respirasi akan meningkat. Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor Q10, dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies.

Respirasi bertujuan untuk menghasilkan energi. Buah rambutan tergolong kedalam buah non-klimaterik. Di dalam praktikum ini, akan dijelaskan bagaimana pernapasan atau respirasi pada hewan yakni belalang.

Dikarenakan ada factor yang mempengaruhi: Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua. Plastron memungkinkan serangga tetap tinggal dalam air.

Masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolsme, dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu buah klimaterik alpukatdan buah non klimaterik Rambutan.

Sistem trakhea. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel-sel tubuh.Dari b erat kering itu dapat dihitung berat kandungan air yang terdapat pada daun itu adalah dimana berat awalnya 10 gram dikurang dengan berat kering tersebut maka didapatkan hasil berat air.

Disini dapat kita buktikan bahwa kandungan air di dalam tubuh tumbuhan sangat banyak terbukti bahwa kadar air pada daun saja dapat mencapai6 sampai 8 gram air.

Hubungan berat badan dengan laju respirasi pada suhu ruang Berdasarkan grafik 1 dapat diketahui adanya dengan laju respirasi. Laju respirasi paling hubungan berat badan dan suhu ruang tinggi ditemukan pada Hemidactylus sp.

yakni 0, ml/g/s, kemudian Periplaneta ukuran tubuh yang kecil, menyebabkan laju sp. yakni 0, ml/g/s, dan terakhir respirasi yang lebih tinggi dibandingkan. A. Tujuan 1. Mengetahui pengaruh berat serangga terhadap laju respirasi.

B. Alat dan Bahan: 1. Respirometer sederhana 2. Neraca 3. Jangkrik 4. Kristal NaOH (KOH). espirasi Serangga A. Tujuan 1. Mengetahui kecepatan respirasi pada serangga. 2. Mrngrtahui pengaruh barat serangga terhadap laju reaksi respirasi. B. Alat dan Bahan 1. Respirometer sederhana 2.

Neraca 3. Jengkrik berjumlah 4 ekor dengan berat yang berbeda-beda 4. Kristal NaOH 5. Larutan eosin 6. Plastisin 7. Kapas 8. Pipet tetes 9.

Laju Respirasi Hewan Respiration Rate of Animals

Stopwatch C. Cara Kerja. Sistem pernapasan adalah pertukaran gas O 2 dan CO 2 dalam tubuh organisme dan bertujuan mendapatkan energi. Alat respirasi pada berbagai hewan berbeda-beda. Pada hewan tingkat rendah O 2 langsung berdifusi melalui permukaan tubuh, pada serangga adalah trakea, kalajengking dengan paru-paru buku, ikan dengan insang, katak dengan paru-paru, kulit dan rongga mulut, reptile dengan.

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi proses respirasi adalah berat tubuh, kegiatan tubuh dan suhu tubuh. Bedasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat di tarik kesimpulan bahwa KOH dapat membantu mempercepat proses pernapasan pada belalang, dan terdapat hubungan antara berat (ukuran/besar) serangga dengan kecepatan pernafasannya, semakin berat (besar) tubuh belalang .

Hubungan berat tubuh dengan laju respirasi
Rated 4/5 based on 92 review